. ca'oni prend: Hasil Pengamatan Pembuatan Koloid

Senin, 11 Februari 2013

Hasil Pengamatan Pembuatan Koloid


 A. Tujuan : Untuk membuat koloid dengan cara kondensasi dan dispersi
B. Kajian Teori :
1. Cara Kondensasi
Cara Kondensasi dilakukan melalui reaksi kimia seperti reaksi redoks, reaksi hidrolisis, reaksi dekomposisi rangkap, dan reaksi pergantian pelarut.

a. Reaksi Redoks
Reaksi redoks adalah reaksi yang disertai perubahan bilangan oksidasi. Pembuatan sol belerang dari reaksi antara hidrogen sulfida (H 2 S) dengan belerang dioksida (SO 2 ), yaitu dengan mengalirkan gas H2S kedalam larutan SO2.
2H 2 S (g) + SO 2 (aq) → 2H 2 O (l) + 3S (s)
b. Reaksi Hidrolisis
Misalnya larutan natrium tiosulfat direaksikan dengan larutan asam klorida , maka akan terbentuk belerang. Partikel belerang akan bergabung menjadi semakin besar sampai berukuran koloid sehingga terbentuk sel belerang. Seperti reaksi :
Na 2 SO 3 (aq) + 2HCl (aq) →2 NaCl (aq) + H 2 O (l) + S (s)
c. Reaksi Substitusi
Misalnya larutan natrium tiosulfat direaksikan dengan larutan asam klorida , maka akan terbentuk belerang. Partikel belerang akan bergabung menjadi semakin besar sampai berukuran koloid sehingga terbentuk sel belerang. Seperti reaksi
Na 2 SO 3 (aq) + 2HCl (aq) →2 NaCl (aq) + H 2 O (l) + S (s)
d. Reaksi Dekomposisi Rangkap
Contohnya adalah pembuatan sol As 2 S 3 dengan mereaksikan larutan H 3 AsO 3 dengan larutan H 2 S. Reaksinya adalah sebagai berikut:
2H 3 AsO 3 (aq) + 3H 2 S (aq) → As 2 S 3 (s) + 6H 2 O (l)
e. Penggantian Pelarut
Cara ini dilakukan dengan menggnti medium pendispersi sehingga fase terdispersi yang semula larut menjadi berukuran koloid  Misalnya larutan jenuh kalsium asetat jika dicampur dengan alcohol akan terbentuk suatu koloid berupa gel.
2. Cara Dispersi
  Dengan cara dispersi partikel kasar dipecah menjadi partikel koloid  Cara dispersi dapat dilakukan secara mekanik, peptisasi, atu dengan loncatan bunga listrik(busur bredig).
1) Cara mekanik
Dengan cara ini, butir-butir kasar  digerus dengan lumpang, sampai diperoleh tingkat kehalusan tertentu, kemudian diaduk dengan medium pendispersi. Contoh pembuatan sol belerang dengan menggerus serbuk belerang bersama zat inert seperti gula pasir, kemudian mencampur dengan air.
2) Cara peptisasi
Cara peptisasi adalah pembuatan koloid dari butir-butir kasar atau dari suatu endapan dengan bantuan zat pemecah (pemeptisasi).
3) Cara busur bredig
Cara busur bredig digunakan untuk membuat sol-sol logam. Logam yang akan dijadikan koloid digunakan sebagai elktrode yang dicelupkan kedalam medium dispersi, kemudian diberi loncatan listrik dikedua ujungnya. Mula-mula atom logam akan terlempar kedalam air,
lalu atom tersebut mengalami kondensasi sehingga membentuk partikel koloid. Jadi cara busur bredig ini merupakan gabungan cara disperse dan kondensasi

C. Alat      : - Gelas Ukur     - Pengaduk     - Kasa    
                    - Kompor kaki tiga                   - Mortar         
     Bahan :  - Belerang         - Air                  -  Nutrijel
-          Spirtus         - Sabun Cair    - Gula
-          Minyak








D. Langkah Kerja :
1.     

Tumbuk Belerang menggunakan Mortar hingga halus .






2.      Campurkan Air ke dalam Mortar sebanyak 30 ml kemudian aduk hingga tercampur .
3.      Amatilah kondisi belerang yang dicampur dengan Air .
4.      Kemudian tambahkan gula ke dalam Campuran Belerang dengan Air .
5.      Amatilah kembali kondisi campuran Belerang , Gula dan Air
6.      Untuk percobaan yang ke-2 , masukkan Nutrijel bubuk ke dalam gelas ukur .
7.      Tambahkan 30 ml Air ke dalam gelas ukur kemudian aduk hingga tercampur .
8.      Kemudian Amatilah kondisi Nutrijel Bubuk yang dicampur dengan Air .
9.      Setelah itu , panaskan campuran Nutrijel dan Air di atas kompor kaki tiga .
10.  Amatilah kondisi Campuran Nutrijel dan Air yang telah dipanaskan .
11.  Untuk percobaan yang ke-3 , masukkan minyak sebanyak 30 ml ke dalam gelas ukur .
12.  Kemudian tambahkan 30 ml Air ke dalam gelas ukur kemudian aduk .
13.  Amatilah kondisi campuran Minyak dan Air .
14.  Kemudian tambahkan 20 ml Sabun Cair ke dalam campuran Minyak dan Air kemudian aduk .
15.  Amatilah kondisi Campuran Minyak , Air dan Sabun Cair tadi .
E. Hasil Pengamatan
NO
CAMPURAN
HASIL PENGAMATAN
1
Belerang + Air
Belerang dan Air tidak menyatu
2
Belerang + Air + Gula
Air dan Belerang menyatu karena adanya pengemulsi yaitu Gula
3
Nutrijel Bubuk + Air
Tercampur menjadi larutan
4
Nutrijel Bubuk + Air + di panaskan
Nutrijel mengalami kondensasi menjadi partikel
5
Minyak + Air
Minyak dan Air tidak tercampur
6
Minyak + Air + Sabun Cair
Minyak dan Air bercampur karena adanya pengemulsi yaitu Sabun Cair
Kesimpulan :
Jika suatu zat padat dicampur dengan Air tidak dapat larut , ditambahkan pengemulsi makan zat tersebut akan lebih kecil dan dapat larut(Dispersi) . Sedangkan jika zat serbuk ditambahkan air akan larut jika dipanaskan maka zat tersebut akan menjadi lebih besar (Kondensasi )



Sumber:Ca'oni Prend
Sekedar iklan Klik.

20 komentar:

  1. Wah,itu yg numbuk belerang sapa om. Kayaknya pinter bgt.

    Aku td pake sticky post ron. Tanggalnya emang di majuin. :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. hmm gak ada kerjaan numbuk belerang dia

      Hapus
  2. wah saya nggak ngerti tentang ginian sobat, dulu waktu saya sekolah, sekolahan tempat saya belajar belum ada ruangan laboraterium sob, jadi nggak ada praktek, cuma teori saja..hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe , kalo sekarang udah mendingan kang banyak alatnya

      Hapus
  3. ane juga pernah tuh praktikum sperti itu

    BalasHapus
  4. ane gak ngerti gan, nice share :D

    BalasHapus
  5. lama gak ketemu ginian lagi. seingat waktu masih smp dulu

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehe , kalo SMA banyak prakteknya kang :D

      Hapus
  6. kayanya aku pedana disini.. :D

    berkunjung juga ya ;D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kang :D kunjungan lagi kapan-kapan ya kang

      Hapus
  7. selamat Pagi Kang Oni,,,wah sudah lama sekali saya tidak belajar mengenai unsur unsur Kimia, saya juga dulu pernah Praktikum membuat Koloid waktu SMA, tapi sekarang saya sudah lupa semua Kang..hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe jangan dilupain kang takut ntar bermanfaat :D

      Hapus
  8. wah, saya gak tau tentang kimia seperti ini karna saya sekolah kejuruan ... hehehe

    BalasHapus
  9. wah kimia lover nih??? hehehehe
    salam dari bekasi :P

    ditunggu komennya http://catatanwildanmusthofa.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal juga kang :D saling berkunjung

      Hapus
  10. makasih ron,, udah nggak bingung lagi sama pembuatan koloid nyaa

    BalasHapus

#Gunakan nama/Url sobat untuk mempermudah saya.
#Hanya komentar dengan artikel terkait.
#Spam dilarang penuh.
#Tidak boleh menaruh link hidup/mati
#Dilarang copas (copyright 2012-2030)
#DIMOHON BANTUANNYA NGE-KLIK IKLAN DI ATAS *smile
#Pertamax tidak diamankan penulis